Thursday, August 31, 2023

Menyenangkan Orang Lain Tanpa Perlu Mengorbankan Diri Sendiri


Seperti yang sudah kita ketahui, manusia adalah makhluk sosial yang salah satu kebutuhannya adalah bersosialisasi. Tentunya untuk bersosialisasi ini manusia membutuhkan keberadaan orang lain. Nah untuk memenuhi kebutuhan bersosialisasi ini, terkadang tidak cukup hanya sekedar bertemu dan berbincang sekadarnya saja. Terkadang beberapa orang butuh mendapatkan pengakuan lebih dari orang lain.

Pengakuan dari orang lain ini terkadang membuat beberapa orang hingga mengorbankan kebahagiaannya sendiri. Hanya demi mendapatkan pengakuan dari orang lain, banyak orang yang berusaha menyenangkan orang lain hingga lupa menyenangkan dirinya sendiri.

Nah kalau kamu adalah salah satu orang yang lebih memprioritaskan kebutuhan orang lain dibanding diri sendiri, maka kamu harus ingat bahwa menyenangkan diri sendiri juga lebih penting daripada menyenangkan orang lain. Namun buat kamu yang sudah terbiasa menyenangkan orang lain, mungkin sulit ya untuk memprioritaskan diri sendiri sebelum memprioritaskan orang lain. Kalau begitu, kamu mungkin perlu membaca artikel berikut ini. Berikut cara mengenakan orang lain tanpa harus mengorbankan diri sendiri.

Diri Sendiri Dulu, Baru Orang Lain 

Mulai dari hal yang paling kecil

Kalau mau mencoba lebih menyayangi diri sendiri dengan tidak mengorbankan diri demi orang lain, kamu harus pandai mengatur prioritas. Prioritaskan dirimu sendiri dulu, baru orang lain. Nah kamu bisa memulainya dari hal yang paling kecil.

Misalnya  saat ini sedang sibuk, lalu tiba-tiba teman kita menghubungi kalau dia butuh bantuan. Nah bisa memperkirakan apakah hal tersebut lebih urgent daripada kesibukan atau tidak? Kalau tidak, maka prioritaskan kesibukan terlebih dahulu.

Cari kebahagiaan

Terkadang secara tidak sadar diri sendiri sering mengikuti keinginan atau kebahagiaan orang lain. Apa yang diinginkan orang lain,  menginginkannya.  Padahal belum tentu hal tersebut membuat diri sendiri  bahagia seperti orang lain.

harus mencari dan menemukan kebahagiaan sendiri. Tentunya proses pencarian kebahagiaan ini bukanlah perjalanan yang singkat. Kamu butuh waktu yang cukup panjang untuk menemukan hal yang membuatmu bahagia. Tidak perlu ikut-ikut orang lain, ikuti saja apa kata hati nurani diri

Tidak semua orang mau berkorban untukmu

Kalau  masih berpikir bahwa dengan berkorban untuk orang lain mereka akan melakukan hal yang sama dengan diri, maka kamu salah besar. Mungkin memang masih ada orang yang mau membalas budi secara tulus, namun tidak semua orang demikian.

Ada juga orang yang tidak peduli sama sekali. Mau  berbuat sebaik apapun kepadanya, dia hanya memedulikan dirinya sendiri saja. Jangan harap dia mau berkorban juga untukmu atau sekedar membalas perbuatan baikmu. Jadi lebih baik memang menyenangkan diri sendiri terlebih dahulu.

Kuncinya Kamu Harus Berani

Berani berkata tidak

Salah satu hal yang sering dilakukan orang yang suka menyenangkan orang lain adalah terlalu sering mengiyakan permintaan orang lain. Bahkan merasa takut atau tidak berani menolak. Padahal hal ini berefek buruk untukmu.

Coba ingat-ingat, berapa kali harus mengorbankan diri sendiri hanya untuk mengiyakan permintaan orang lain? Pasti sudah tak terhitung jumlahnya. Nah inilah saatnya untuk mengumpukan keberanian untuk berkata tidak pada orang lain. Menolak permintaan orang lain itu tidak masalah kok. Terkadang mereka juga tidak masalah kalau permintaannya ditolak.

Berani mengeluarkan pendapatmu

Terkadang ada situasi yang membuatmu hanya mengangguk dan mengiyakan permintaan orang lain tanpa mengungkapkan perasaan atau pendapatmu pada situasi tersebut. Ingatlah kalau adalah manusia, bukan robot yang langsung menurut ketika diperintahkan.  pun punya perasaan atau pendapat.

Kalau  Merasa keberatan, cobalah untuk utarakan pendapatmu mengapa merasa keberatan. Memang sih perlu keberanian lebih, makanya perlu mencoba dan terus belajar agar lebih berani mengungkapkan pendapat.

Terkadang kalau sudah terbiasa menyenangkan orang lain, akan sulit untuk mencoba menyenangkan atau memprioritaskan diri sendiri. Tapi harus mencobanya demi kebahagiaan diri sendiri.


Tuesday, August 15, 2023

Hati ke hati antara guru dan siswa

Perkembangan  Masa Remaja 
Pengertian masa Remaja


Tahapan perkembangan Remaja

Sarwono (2006)

Remaja Akhir (Late Adolescence)(uais 16-19 tahun ).

Tugas Perkembangan Remaja
Tugas Perkembangan ->


Perkembangan Emosional 

Memiliki kapasitas untuk mengembangkan .

Perkembangan sosial .

Faktor yang memicu kenakalan Remaja 
Faktor Internal
Kritis identitas
Memiliki kontrol diri yang lemah
Faktor eksternal (faktor lingkungan )
Keluarga 
Sekolah 
Faktor perawatan masyarakat 






Kesibukan Guru Masa Kini



Pada saat yang sulit, menumbuhkan self-compassion bisa menjadi salah satu jalan yang baik untuk memperoleh kehidupan yang lebih positif dan membahagiakan. Neff (2003) menyatakan bahwa self-compassion adalah sikap terbuka dan tergeraknya hati oleh penderitaan yang dialami, rasa untuk peduli dan kasih sayang pada diri sendiri, memahami tanpa menghakimi terhadap kekurangan dan kegagalan diri, menerima kelebihan dan kekurangan serta menyadari bahwa pengalaman yang kurang lebih sama juga dialami oleh orang lain.

Terdapat tiga hal penting dalam self-compassion, yaitu:

Self-kindness

Self-kindness merupakan sikap untuk memberikan kebaikan pada diri dan memahami diri sendiri dengan tidak mengkritik atau menghakimi ketika mengalami penderitaan. Dalam hal ini kita lebih memilih untuk tetap memperlakukan diri dengan baik dan menghargai diri daripada menilai diri dengan kasar atas kegagalan yang dialami.

     2. Common Humanity

Common humanity berarti sikap untuk melihat peristiwa yang dialami secara luas dan menganggapnya sebagai bagian dari pengalaman manusia yang umumnya terjadi. Ada saat dimana kita merasa masalah yang terjadi merupakan masalah yang paling berat dan tidak ada orang lain yang mengalaminya. Hal ini membuat kita merasa terasing dan terisolasi dari kenyataan. Dengan self-compassion, kita memandang bahwa setiap masalah yang dialami merupakan bagian dari dinamika kehidupan.

    3. Mindfulness

Mindfulness berarti menyadari pikiran dan perasaan yang menyakitkan dan menyeimbangkan hal tersebut dengan tidak merespon secara berlebihan. Saat menghadapi kondisi yang tidak menyenangkan, hadapilah dengan tidak melebih-lebihkan apa yang dirasakan dan tidak terfokus pada perasaan menyakitkan yang dialami. Kita menerima dan berusaha untuk memahami apa yang dirasakan tanpa memberikan penolakan.

Self-compassion dapat dikatakan sebagai cara kita untuk bisa memahami, mengasihi, memberikan kebaikan dan menerima diri. Self-compassion membutuhkan kesadaran diri bahwa semua manusia pada dasarnya memiliki kekurangan dan permasalahannya masing-masing. Maka, sudah sepantasnya kita menerima apa yang ada dalam diri dan segala hal yang terjadi. Sebab, semua orang layak untuk mendapatkan belas kasih baik dari orang lain terutama dari diri sendiri.

Sumber:

Neff, K. D. (2003). The Development and Validation of a Scale to Measure Self-Compassion. Self and Identity, 2(3), 223–250. doi:10.1080/15298860309027

Neff, K. D. (2003). Self-compassion: An alternative conceptualization of a healthy attitude toward oneself. Self and Identity, 2, 85–102. doi:10.1080/15298860309032

Sumber gambar : https://www.freepik.com/free-vector/self-care-concept_7851300.htm

Pemanfaatan Energi Matahari Melalui Rancangan Solar Charging Station Berbasis Panel Surya

    Pemanfaatan Energi Matahari Melalui Rancangan Solar Charging Station Berbasis Panel Surya   Abstrak Laporan penelitian ini m...