Thursday, April 16, 2026

4 pilar pendidikan menurut UNESCO

4 pilar pendidikan menurut UNESCO adalah landasan pendidikan global untuk pembelajaran seumur hidup, meliputi: Learning to Know (mengetahui), Learning to Do (melakukan), Learning to Be (menjadi diri sendiri), dan Learning to Live Together (hidup bersama). Pilar ini bertujuan mengembangkan potensi manusia secara holistik, mencakup kognitif, keterampilan, kepribadian, dan sosioal penjabaran 4 pilar pendidikan tersebut:
  1. Learning to Know (Belajar untuk Mengetahui)
    Pilar ini berfokus pada penguasaan alat-alat pengetahuan, bukan sekadar perolehan materi faktual. Ini mencakup pengembangan kemampuan berpikir kritis, logika, konsentrasi, memori, dan rasa ingin tahu agar seseorang mampu belajar secara mandiri sepanjang hayat.
  2. Learning to Do (Belajar untuk Mengerjakan/Berkarya)
    Pilar ini menekankan penerapan ilmu dalam praktik (keterampilan). Tidak hanya bekerja, tetapi belajar bagaimana bertindak dalam berbagai situasi, memecahkan masalah, serta berkomunikasi dan bekerja sama dengan orang lain. Ini penting untuk menghadapi dunia kerja yang dinamis.
  3. Learning to Be (Belajar untuk Menjadi Diri Sendiri)
    Pilar ini berkaitan dengan pengembangan manusia secara utuh (holistik). Pendidikan harus memfasilitasi pembentukan kepribadian mandiri, kreatif, bertanggung jawab, dan memiliki nilai-nilai etika serta moral yang kuat agar dapat hidup bermartabat.
  4. Learning to Live Together (Belajar untuk Hidup Bersama)
    Pilar ini menekankan pentingnya memahami orang lain, menghargai saling ketergantungan (interdependence), mengelola konflik, dan bekerja sama. Ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai perdamaian, empati, dan gotong royong dalam masyarakat yang

Presentasi tersebut membahas mengenai 8 Dimensi Profil Lulusan yang diatur dalam Permendikdasmen Nomor 10 Tahun 2024. Dimensi ini merupakan standar kompetensi yang diharapkan dikuasai oleh siswa pada akhir setiap jenjang pendidikan melalui pendekatan "Pembelajaran Mendalam" (Deep Learning).
Berikut adalah detail mengenai kedelapan dimensi tersebut:
  • Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME: Memiliki keyakinan teguh dan mengamalkan nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari.
  • Kewargaan: Memahami peran dan tanggung jawab sebagai warga negara yang baik serta peduli terhadap lingkungan sosial.
  • Penalaran Kritis: Kemampuan mengolah informasi secara objektif, mengevaluasi, dan membangun argumen yang logis.
  • Kreativitas: Mampu menghasilkan sesuatu yang orisinal, bermakna, dan berdampak untuk memecahkan masalah.
  • Kolaborasi: Kemampuan bekerja sama dengan orang lain untuk mencapai tujuan bersama melalui komunikasi dan empati.
  • Kemandirian: Memiliki inisiatif dan tanggung jawab atas proses serta hasil belajarnya sendiri.
  • Kesehatan: Menjaga kesehatan fisik maupun mental sebagai dasar untuk beraktivitas dan belajar secara optimal.
  • Komunikasi: Kemampuan menyampaikan dan menerima pesan secara efektif melalui berbagai media dan konteks.

No comments:

Post a Comment

Hari Kedua Panca Waluya

Hari Kedua Panca Waluya Menghayati Nilai, Mewujudkan dalam Tindakan   Memasuki Hari Kedua Panca Waluya, suasana semakin hangat d...